Sejarah
Singkat
PT. Bank Pembangunan Daerah Papua
yang sebelum menjadi Perseroan Terbatas bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Irian Jaya, didirikan pada tanggal 13 April 1966 berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Irian Barat Nomor:37/GIB/1966 dan disahkan
menjadi Peraturan Daerah Propinsi Irian Barat Nomor 1 Tahun 1970 tanggal 23
Maret 1970 pada Lembaran Daerah Propinsi Irian Barat no. 42 tahun 1970,
kemudian sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor Kep.283/DDK/II/1972
tanggal 15 Juli 1972 tentang pemberian izin usaha Bank Pembangunan Daerah Irian
Barat berkedudukan di Jayapura melaksanakan operasional sebagaimana Bank Umum
lainnya dengan Modal Dasar pertama kali ditetapkan sebesar IB Rp.4.000.000,-.
Selanjutnya telah beberapa kali
terjadi perubahan Peraturan Daerah dan yang terakhir Peda Nomor 7 tahun 1996
terdapat perubahan modal dasar bank menjadi Rp.50 miliar. Kemudian Keputusan
RUPS Nomor: 05/SK/RUPS-BPD/XII/2000 telah diputuskan untuk mengubah bentuk
hukum Bank Pembangunan Daerah Irian Jaya dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi
Perseroan Terbatas (PT).
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
yang diselenggarakan pada tanggal 17 Juni 2001 disetujui perubahan modal Dasar
menjadi Rp.150.000.000.000,- sekaligus mengubah bentuk hukum dari Perusahaan
Daerah menjadi Perseroan Terbatas yang dituangkan kedalam Peraturan Daerah
Propinsi Papua Nomor 2 Tahun 2002 tanggal 21 Mei 2002 tentang Bank Pembangunan
Daerah Papua dan telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Provinsi Papua Nomor
23 Tahun 2002, dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 1 dan disahkan
Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia Nomor C.13031 HT.01.01 Tahun 2002
tanggal 16 Juli 2002 dan Berita Negara No. 61, Tambahan Berita Negara RI No.
7480 tanggal 30 Juli 2002. Dan telah mendapat persetujuan Deputi Gubernur Bank
Indonesia No. 4/147/KEP.Dp.6/2002 tanggal 11 September 2002.
Rapar Umum Pemegang Saham tanggal
17 Juni 2003 diputuskan modal dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua meningkat
menjadi Rp. 500 miliar, sebagaimana dituangkan dalam akta notaris No. 2 tanggal
3 September 2003 dan telah disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : C-29629 HT.01.04.TH.2003 tanggal 19
Desember 2003 ditetapkan modal dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua sebesar
Rp.500 miliar, hingga saat ini.
Kepemilikan
Jumlah modal disetor PT. Bank
Papua sampai dengan akhir tahun 2007 adalah sebesar Rp.384,89 miliar. Apabila
dibandingan dengan tahun sebelumnya maka modal disetor PT. Bank Papua meningkat
sebesar Rp.86,90 miliar atau sebesar 30,03%.
Modal
Mengingat modal merupakan syarat
utama beroperasinya bank secara sehat, maka manajemen PT. Bank Papua senantiasa
mengupayakan pengelolaan CAR pada tingkat operable. Upaya mempertahankan CAR
dengan pengendalian Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) maupun penambahan
modal. Rasio kecukupan modal PT. Bank Papua per 31 Desember 2007 sebesar
31,33%.
Rasio kewajiban pemenuhan modal
minimum yang tersedia untuk risiko kredit sebesar 46,67% dan Rasio kewajiban
pemenuhan modal minimum yang tersedia untuk risiko kredit dan pasar sebesar
31,33%.
Pendapatan
Total pendapatan PT. Bank Papua
pada tahun 2007 sebesar Rp.1.288,41 miliar. Apabila dibandingkan dengan tahun
sebelumnya maka pendapatan mengalami peningkatan sebesar Rp.413,01 miliar atau
sebesar 47,18%.
Kontribusi pendapatan bunga
terhadap total pendapatan PT. Bank Papua pada tahun 2007 sebesar 50,06%,
provisi dan komisi memberikan kontribusi sebesar 4,04% serta pendapatan
operasional lainnya sebesar 0,74%.
Pendapatan bunga pada tahun 2007
mengalami peningkatan sebesar 26,16% dibandingkan tahun sebelumnya, provisi dan
komisi tahun 2007 meningkat 56,49% dan pendapatan operasional lainnya sebesar
34,56%.
Biaya
Biaya operasional terdiri dari
biaya bunga, biaya tenaga kerja, biaya administrasi dan umum, beban penyisihan
aktiva produktif dan beban non operasional, dalam tahun 2007 berjumlah
Rp.1.066,07 miliar, mengalami peningkatan sebesar 49,67% dibandingkan tahun
sebelumnya.
Laba
Usaha
Keberhasilan operasional suatu
perusahaan dapat diukur melalui beberapa indikator, salah satunya adalah
indikator laba usaha.
Laba usaha sebelum diperhitungkan
pajak penghasilan pada tahun 2007 sebesar Rp.222,33 miliar, terjadi peningkatan
sebesar 36,31% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Jaringan
Kantor / 16 Maret 2012
Sebagai salah satu faktor
pendukung operasional yang amat penting bagi suatu bank adalah tersedianya
unit-unit layanan nasabah, yaitu berupa kantor maupun layanan ATM. Jaringan
operasional PT. Bank Papua tersebar di seluruh Kabupaten/Kota dan Kecamatan
untuk memberikan layanan bagi para nasabah. Jaringan kantor PT. Bank Papua sampai
saat ini sebanyak 128 kantor dan 235 Deleivery Channel yang terdiri dari 154
ATM ( tergabung dengan Jaringan ATM Bersama dengan jumlah peserta sebanyak 64
bank dengan 7500 lebih ATM dan Jaringan ATM Prima dengan jumlah 29 bank dengan
jaringan 6500 lebih ATM yang tersebar di seluruh Indonesia), 60 Unit EDC, 1
unit CDM, 14 Kasda Online dan 6 Kantor Samsat Online.
SUSUNAN
MANAJEMEN BANK PAPUA
RTGS
+ Keunggulan
- Jangkauan kiriman uang
yang luas, ke lebih 190 bank di Indonesia, tanpa batasan jumlah uang
(unlimited).
- Memberikan kualitas pelayanan transfer dana nasabah yang cepat, aman dan efisien. - Kiriman uang yang online seketika dengan sistem interface RTGS.
+Dukungan Teknologi
Penggunaan sistem
interface RTGS memberikan nilai lebih, RTGS Bank Papua transaksi kiriman uang
akan dikelola secara online baik masuk maupun keluar.
Kiriman uang masuk yang
mencantumkan nomor dan Nama Rekening dengan benar akan diproses seketika oleh
interface RTGS. Begitu pula kiriman uang keluar dari 14 Cabang Bank Papua akan
diproses ke Bank Tujuan secara online.
http://bankpapua.com/rtgs.php
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kamis, 07 Juni 2012
TUGAS SOFTSKILL TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) BANK PAPUA
Selasa, 08 Mei 2012
bank metro exspress
- Komisaris Utama:Marjanto Danoesapoetro, SE
- Komisaris:Djitu Sianandar
- Komisaris:Bistok Hamonangan Pardede
- Komisaris:Corri Tanopo
- Direktur Utama:Sri Lanny Djafar
- Direktur:R.A. Goenawan
- Direktur:Harry Kusuma
- Direktur:Verysa
- Marjanto Danoesapoetro, SE
- Djitu Sianandar
- Bistok Hamonangan Pardede
- Corri Tanopo
- Sri Lanny Djafar
- R.A. Goenawa
- Harry Kusuma
- Verysa
- keluarga Djitu Sianandar dan Witu Sianandar melalui PT Metropanca Gemilang--99,998%
- Djitu Sianandar 0,002%.
Jumat, 04 November 2011
3. Audit sistem informasi berbasis computer
a. Sifat audit
b. Audit sistem informasi
c. Software komputer
d. Audit operasional atas suatu SIA
AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS COMPUTER
istilah system informasi menyiratkan penggunaan teknologi komputer dalam suatu organisasi untuk menyediakan informasi bagi pengguna. Sistem informasi berbasis-komputer merupakansatu rangkaian perangkat lunak dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasi data menjadi informasi yang berguna.
Sistem Informasi
· Sistem Pengolahan Data Elektronik (EDP)
· Sistem Pemrosesan Data (DP)
· Sistem Informasi Manajemen (SIM)
· Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
· Sistem Pakar (ES)
· Sstem Informasi Eksekutif (EIS)
· Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
SIFAT AUDIT
Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati- hati.
Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.
Dalam kegiatan auditing paling tidak mempunyai karakteristik sebagai berikut:
· Objektif: independen yaitu tidak tergantung pada jenis atau aktivitas organisasi yang diaudit
· Sistematis: terdiri dari tahap demi tahap proses pemeriksaan
· Ada bukti yang memadai: mengumpulkan, mereview, dan mendokumentasikan kejadian-kejadian
· Adanya kriteria: untuk menghubungkan pemeriksaan dan evaluasi bukti–bukti
Sebenarnya konsep dan prinsip auditing baik di lingkungan manual dan lingkungan sistem informasi yang berbasis komputer tidak berubah, yang berubah adalah metode dan tekniknya saja. Beberapa teknik dan metode tersebut berbeda karena antara lain disebabkan:
Otomatisasi, yaitu seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan seringkali tidak ada (paperless office) sehingga untuk penelusuran dokumen (tracing) audit berkurang dibandingkan sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas.
· Keterkaitan aktivitas yang berhubungan dengan catatan-catatan yang kurang terjaga.
· Dengan sistem on line mengakibatkan output seringkali tidak tercetak.
· “Audit Arround Computer” yang mengabaikan sistem komputer tetapi yang dilihat atau yang diuji adalah Input dan Output.
· ”Audit Through Computer” menggunakan bantuan komputer (atau software) untuk mengaudit.
AUDIT SISTEM INFORMASI
Definisi Sistem Informasi Audit adalah proses mengumpulkan bukti-bukti, keterangan keterangan pada pengaturan sistem informasi dan melakukan evaluasi sistem informasi dan infrastruktur teknologi informasi organisasi.
Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.
Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :
Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.
SOFTWARE KOMPUTER
Beberapa program komputer, yang disebut computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS), telah dibuat secara khusus untuk auditor.
CAS adalah program komputer yang, berdasarkan spesifikasi dari auditor, menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit.
Langkah pertama auditor adalah memutuskan tujuan-tujuan audit, mempelajari file serta databse yang akan diaudit, merancang laporan audit, dan menetapkan bagaimana cara menghasilkannya.
Informasi ini akan dicatat dalam lembar spesifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem melalui program input data.
Program ini membuat catatan spesifikasi yang digunakan CAS untuk menghasilkan satu atau lebih program audit.
Program audit memproses file-file sumber dan melaksanakan operasional audit yang dibutuhkan
untuk menghasilkan laporan audit yang telah ditentukan.
Fungsi Umum Software Audit Komputer
· Manipulasi file
· Perhitungan
· Pemilihan data
· Analisis data
· Pemrosesan file
· Statistik
· Pembuatan laporan
· Pemformatan ulang
AUDIT OPERASIONAL ATAS SUATU SIA
Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan.
Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem.
Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi.
Tujuan audit operasional mencakup faktor- faktor seperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan.
Pengumpulan bukti mencakup kegiatan- kegiatan berikut ini :
- · Meninjau kebijakan dokumentasi operasional
- · Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional
- · Prosedur pengumpulan bukti, cont.
- · Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional
- · Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional
- · Menguji akurasi informasi operasional
- · Menguji pengendalian
Kamis, 06 Oktober 2011
Sistem Informasi Akuntansi #
2. Tinjauan Menyeluruh : Proses Bisnis
a. Kegiatan bisnis dan kebutuhan informasi
Ketika perusahaan semakin berpengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup seluruh perusahaan, manajer di area-area tertentu mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan mereka. Pemasaran merupakan area pertama yang menerima pemikiran system informasi fungsional, dan banyak usaha dilakukan untuk menjelaskan cara penerapan computer ke seluruh operasi pemasaran. Area manufaktur juga menerima pengolahan komputer dan menerapkan teknologi baik sebagai sistem informasi konseptual maupun sebagai komponen dalam sistem manufaktur fisik.
Teknologi seperti robot pabrik dan sistem ban berjalan yang dikendalikan komputer merupakan contoh bagaimana proses manufaktur fisik telah dikomputerisasi. Usaha untuk menerapkan komputer sebagai sistem konseptual biasanya tidak muncul di bawah nama sistem informasi manufaktur, tetapi digunakan nama-nama seperti material requirements planning (MRP) dan computer integrated manufacturing (CIM). Sistem lainnya adalah Sistem informasi sumber daya manusia (human resource information system), sistem informasi organisasi yang ditujukan pada tingkat manajemen, yaitu sistem informasi eksekutif (executive information system), system informasi akuntansi dan
Pengguna informasi adalah pihak yang menerima atau menggunakan informasi. Pengguna informasi dapat menentukan kualitas seperti apa, menyampaikan apa dan bagaimana kebutuhan informasi mereka. Penyedia informasi harus bekerja dengan pengguna untuk menentukan kebutuhan mereka, dan bekerjasama dengan sumber informasi lain. Pengguna merupakan prioritas utama, kelangsungan hidup sistem informasi. Kebutuhan informasi bagi pengguna perlu diidentifilasi dalam rangka memuaskan pengguna. Mutu dan kualitas mutu untuk menjamin kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna akan berimplikasi kepada perbaikan terus menerus sehingga kualitas harus diperbaharui setiap saat agar pengguna tetap puas. sistem lainnya.
Kebutuhan Informasi
Pengguna membutuhkan informasi yang akurat, relevan, ekonomis cepat, tepat, serta mudah mendapatkannya. Pada saat ini pengguna dihadapkan kepada beberapa permasalahan, seperti banjir informasi, informasi yang disajikan tidak sesuai, kandungan informasi yang diberikan kurang tepat, jenis informasi kurang relevan, bahkan ada juga informasi yang tersedia namun tidak dapat dipercaya. Permasalahan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi penyedia informasi.
Informasi menjadi kebutuhan pokok bagi pengguna tertentu, sehingga jika kebutuhan informasinya tidak terpenuhi akan menjadi masalah bagi pengguna. Informasi dibutuhkan pengguna bertujuan untuk menambah pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan yang pada akhirnya dapat merubah sikap dan perilakunya.
Kebutuhan informasi bagi setiap pengguna berbeda-beda antara pengguna yang satu dengan lainnya. Kebutuhan informasi bagi pengguna dapat diketahui dengan cara melakukan identifikasi kebutuhan pengguna
b. Pemrosesan transaksi : dokumen dan prosedur
Pengenalan Pemrosesan Transaksi
Pemrosesan transaksi yaitu suatu proses dalam melakukan transaksi-transaksi didalam suatu perusahaan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan sehari-hari
Komponen-komponen dasar dari sistem pemrosesan transaksi meliputi:
– inputs
– processing
– storage
– outputs
Arus Transaksi
Dalam Sistem Tradisional, data transaksi mengalir ke dalam jurnal khusus maupun jurnal umum), kemudian dibukukan ke buku besar pembantu, dan akhir dibukukan ke buku pembantu dan akhirnya dibukukan ke buku besar umum. Dalam sistem berdasarkan komputer, data transaksi dimasukkan ke dari formulir dan untuk sementara disimpan di pita magnetik atau dipiringan magnetik
Siklus-siklus Pemrosesan Transaksi
Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :
1. Siklus Pendapatan yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan Pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan .
2. Siklus Pengeluaran yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3. Siklus Produksi yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubah sumberdaya menjadi barang dan jasa
4. Siklus Keuangan yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas. Dokumentasi adalah salah satu bagian paling penting dalam implementasi sistem.
Banyak dari pekerjaan analis sistem mencakup pengumpulan dan pengorganisasian fakta-fakta. Teknik-teknik sistem membantu analis dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut.
langkah umum dalam menjalankan teknik-teknik ini adalah:
1. Merancang klarifikasi kasar dari akun, bagan akun, dan laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang berhubungan.
2. Menelaah hal ini dengan manajemen dan karyawan-karyawan operasi.
3. Menyelesaikan laporan keuangan, bangan akun, dan laporan-laporan lain.
4. Menyajikan pedoman penjumblaan dan merancang dokumen dan prosedur-prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan operasi sistem
Dokumentasi dan prosedure
Dokumentasi adalah salah satu bagian paling penting dalam implementasi sistem.
Banyak dari pekerjaan analis sistem mencakup pengumpulan dan pengorganisasian fakta-fakta. Teknik-teknik sistem membantu analis dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. l angkah umum dalam menjalankan teknik-teknik ini adalah: 1. Merancang klarifikasi kasar dari akun, bagan akun, dan laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang berhubungan. 2. Menelaah hal ini dengan manajemen dan karyawan-karyawan operasi. 3. Menyelesaikan laporan keuangan, bangan akun, dan laporan-laporan lain. 4. Menyajikan pedoman penjumblaan dan merancang dokumen dan prosedur-prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan operasi sistem
Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.
Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.
c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan
pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Lain lagi dengan pengertian yang disampaikan Susilowati di dalam presentasinya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi, dimana disebutkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi atau dapat disingkat dengan sebutan SIA ialah sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akunting adalah sistem yang bertugas dalam menjalankan segala aktivitas mulai dari mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa hingga mengkomunikasikan data-data transaksi yang kemudian dirubah menjadi informasi yang lebih berguna untuk dapat digunakan kembali oleh pihak yang membutuhkan yang tentunya berhubungan dengan sistem perusahaan(baik pihak intern maupun ekstern).
Berikut lebih dijelaskan secara spesifik, siapa saja yang termasuk ke dalam dua pemakai yang akan menggunakan informasi akuntansi dari sebuah perusahaan itu ialah:
1. Pihak ekstern yang diantaranya meliputi pelanggan, supplier, pemegang saham (stakeholder), pegawai, pemberi pinjaman (sponsor), hingga instansi pemerintah.
2. .Pihak intern, SIA menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.
Pada Sistem Informasi Akuntansi, terdapat dua komponen yang saling terintegrasi satu sama lainnya. Dua komponen tersebut adalah: Spesialis Informasi dan Akuntan. Kedua komponen ini kemudian dapat merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai. Jadi dapat disimpulkan dengan Sistem Informasi Akuntansi dapat membantu departemen lain dalam mengambil keputusan.
Informasi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi dua, yaitu:
·
Informasi akuntansi keuangan, yaitu informasi yang berbentuuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
·
Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
d. Pertimbangan-pertimbangan pengendalian internal
PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERN DALAM PERENCANAAN AUDIT
Dalam semua audit, auditor harus memperoleh pemahaman masing-masing dari lima komponen pengendalian intern yang cukup untuk merencanakan audit dengan melaksanakan prosedur untuk memahami desain pengendalian yang relevan dengan suatu audit laporan keuangan, dan apakah pengendalian tersebut dioperasikan. Dalam perencanaan audit, pengetahuan tersebut harus digunakan untuk:
a. Mengidentifikasi tipe salah saji potensial.
b. Mempertimbangkan faktor-faktor yang berdampak terh adap risiko salah

