widget


bam2tara

--** Bamtara uchiha shinomori **--

Kamis, 07 Juni 2012

TUGAS SOFTSKILL TERAPAN KOMPUTER PERBANKAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) BANK PAPUA

 


VISI
"Menjadi bank komersial yang kuat dan unggul, kebanggaan masyarakat Papua".
Mempunyai makna sebagai berikut :

Menjadi
  • Mencerminkan keinginan Bank Papua melakukan tr anformasi dari Bank Pembangunan Daerah menjadi Bank Umum.
Bank Komersial
  • Bank Papua sebagai business entity akan dikelola secara professional dengan memperhatikan prinsip-prinsip komersial sehingga dapat menghasilkan laba yang optimal dan memberikan nilai kepada pemegang sahamnya melalui deviden.
  • Bank Papua akan menyediakan produk-produk perbankan yang bersaing sesuai dengan target pasarnya.
  • Bank Papua akan melayani nasabah individu, UKMK (Usaha Kecil Menengah dan Koperasi) serta Korporasi termasuk Pemerintah Daerah.
Kuat
  • Mewujudkan sebagai bank yang sehat memiliki kinerja yang baik dan memiliki daya tahan terhadap ancaman, baik dari luar maupun dalam sehingga dapat menjalankan operasional perbankan secara berkelanjutan.
  • Dalam menjalankan operasional perbankan Bank Papua akan selalu mengacu kepada prinsip kehati-hatian, mentaati regulasi perbankan dan aturan yang ditetapkan Bank Indonesia serta melkasanakan prinsip dan praktek good corporate governance (GCG).
Unggul
  • Bank Papua akan dikelola secara professional dengan dukungan SDM dan teknologi yang tepat dan handal.
  • Bank Papua akan mempertahankan posisi sebagai bank terbesar di Papua.
  • Bank Papua akan memberikan produk dengan layanan prima lebih baik dari pesaing.
Kebanggaan
  • Menjadi mitra nasabah dan masyarakat dalam mencapai tujuannya, sehingga menimbulkan kebanggaan masyarakat terhadap Bank Papua.
  • Memiliki nilai budaya perusahaan yang mengakar pada nilai dan
    budaya setempat.
Masyarakat Papua
  • Adalah masyarakat yang memiliki ikatan ekonomi, sosial-budaya dan demografi terhadap Papua, baik yang berada didalam maupun diluar wilayah geografis Papua.

1.      Menyediakan produk perbankan yang bersaing bagi nasabah individual, UKMK dan korporasi dalam rangka memperoleh laba yang optimal;
2.      Mengelola dana Pemerintah dan Masyarakat;
3.      Mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah Papua melalui jaringan kerja yang tersebar luas;
4.      Melaksanakan operasional perbankan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan dukungan SDM yang handal, organisasi yang kuat dan teknologi yang tepat;
5.      Memberikan pelayanan prima dan kepuasan kepada nasabah;
6.      Membangun citra perusahaan yang berakar dari nilai-nilai budaya setempat dalam rangka menjadi bank pilihan masyarakat Papua.

Sejarah Singkat
PT. Bank Pembangunan Daerah Papua yang sebelum menjadi Perseroan Terbatas bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Irian Jaya, didirikan pada tanggal 13 April 1966 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Irian Barat Nomor:37/GIB/1966 dan disahkan menjadi Peraturan Daerah Propinsi Irian Barat Nomor 1 Tahun 1970 tanggal 23 Maret 1970 pada Lembaran Daerah Propinsi Irian Barat no. 42 tahun 1970, kemudian sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor Kep.283/DDK/II/1972 tanggal 15 Juli 1972 tentang pemberian izin usaha Bank Pembangunan Daerah Irian Barat berkedudukan di Jayapura melaksanakan operasional sebagaimana Bank Umum lainnya dengan Modal Dasar pertama kali ditetapkan sebesar IB Rp.4.000.000,-.
Selanjutnya telah beberapa kali terjadi perubahan Peraturan Daerah dan yang terakhir Peda Nomor 7 tahun 1996 terdapat perubahan modal dasar bank menjadi Rp.50 miliar. Kemudian Keputusan RUPS Nomor: 05/SK/RUPS-BPD/XII/2000 telah diputuskan untuk mengubah bentuk hukum Bank Pembangunan Daerah Irian Jaya dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT).
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada tanggal 17 Juni 2001 disetujui perubahan modal Dasar menjadi Rp.150.000.000.000,- sekaligus mengubah bentuk hukum dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas yang dituangkan kedalam Peraturan Daerah Propinsi Papua Nomor 2 Tahun 2002 tanggal 21 Mei 2002 tentang Bank Pembangunan Daerah Papua dan telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Provinsi Papua Nomor 23 Tahun 2002, dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas Nomor 1 dan disahkan Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia Nomor C.13031 HT.01.01 Tahun 2002 tanggal 16 Juli 2002 dan Berita Negara No. 61, Tambahan Berita Negara RI No. 7480 tanggal 30 Juli 2002. Dan telah mendapat persetujuan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 4/147/KEP.Dp.6/2002 tanggal 11 September 2002.
Rapar Umum Pemegang Saham tanggal 17 Juni 2003 diputuskan modal dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua meningkat menjadi Rp. 500 miliar, sebagaimana dituangkan dalam akta notaris No. 2 tanggal 3 September 2003 dan telah disahkan dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : C-29629 HT.01.04.TH.2003 tanggal 19 Desember 2003 ditetapkan modal dasar PT. Bank Pembangunan Daerah Papua sebesar Rp.500 miliar, hingga saat ini.

Kepemilikan
Jumlah modal disetor PT. Bank Papua sampai dengan akhir tahun 2007 adalah sebesar Rp.384,89 miliar. Apabila dibandingan dengan tahun sebelumnya maka modal disetor PT. Bank Papua meningkat sebesar Rp.86,90 miliar atau sebesar 30,03%.
Modal
Mengingat modal merupakan syarat utama beroperasinya bank secara sehat, maka manajemen PT. Bank Papua senantiasa mengupayakan pengelolaan CAR pada tingkat operable. Upaya mempertahankan CAR dengan pengendalian Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) maupun penambahan modal. Rasio kecukupan modal PT. Bank Papua per 31 Desember 2007 sebesar 31,33%.
Rasio kewajiban pemenuhan modal minimum yang tersedia untuk risiko kredit sebesar 46,67% dan Rasio kewajiban pemenuhan modal minimum yang tersedia untuk risiko kredit dan pasar sebesar 31,33%.
Pendapatan
Total pendapatan PT. Bank Papua pada tahun 2007 sebesar Rp.1.288,41 miliar. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka pendapatan mengalami peningkatan sebesar Rp.413,01 miliar atau sebesar 47,18%.
Kontribusi pendapatan bunga terhadap total pendapatan PT. Bank Papua pada tahun 2007 sebesar 50,06%, provisi dan komisi memberikan kontribusi sebesar 4,04% serta pendapatan operasional lainnya sebesar 0,74%.
Pendapatan bunga pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 26,16% dibandingkan tahun sebelumnya, provisi dan komisi tahun 2007 meningkat 56,49% dan pendapatan operasional lainnya sebesar 34,56%.
Biaya
Biaya operasional terdiri dari biaya bunga, biaya tenaga kerja, biaya administrasi dan umum, beban penyisihan aktiva produktif dan beban non operasional, dalam tahun 2007 berjumlah Rp.1.066,07 miliar, mengalami peningkatan sebesar 49,67% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba Usaha
Keberhasilan operasional suatu perusahaan dapat diukur melalui beberapa indikator, salah satunya adalah indikator laba usaha.
Laba usaha sebelum diperhitungkan pajak penghasilan pada tahun 2007 sebesar Rp.222,33 miliar, terjadi peningkatan sebesar 36,31% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Jaringan Kantor / 16 Maret 2012
Sebagai salah satu faktor pendukung operasional yang amat penting bagi suatu bank adalah tersedianya unit-unit layanan nasabah, yaitu berupa kantor maupun layanan ATM. Jaringan operasional PT. Bank Papua tersebar di seluruh Kabupaten/Kota dan Kecamatan untuk memberikan layanan bagi para nasabah. Jaringan kantor PT. Bank Papua sampai saat ini sebanyak 128 kantor dan 235 Deleivery Channel yang terdiri dari 154 ATM ( tergabung dengan Jaringan ATM Bersama dengan jumlah peserta sebanyak 64 bank dengan 7500 lebih ATM dan Jaringan ATM Prima dengan jumlah 29 bank dengan jaringan 6500 lebih ATM yang tersebar di seluruh Indonesia), 60 Unit EDC, 1 unit CDM, 14 Kasda Online dan 6 Kantor Samsat Online.

SUSUNAN MANAJEMEN BANK PAPUA


Komisaris Utama
Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA
Lahir di Sorong, 1956 Menjabat sebagai Komisaris Bank Papua sejak 2002, Memperoleh gelar Master Business of Administration dari Business School University of Durham UK dan gelar Doktor dari Universitas Hasanuddin Makasar. Dan saat ini juga menjabat sebagai Rektor Universitas Cenderawasih.

Komisaris
Prof. Dr. Frans Wanggai
Lahir di Serui, Desember 1944, Pendidikan terakhir Pasca Sarjana S3 Institut Pertanian Bogor tahun 1993. Menjabat sebagai Komisaris Bank Papua sejak tanggal 19 Juni 2008



Komisaris
Drs. Tedjo Soeprapto, MM
Lahir di Surakarta, Desember 1949, Meraih gelar Magister Manajemen pada Universitas Hasanuddin tahun 2002. Menjabat sebagai Komisaris Bank Papua sejak tanggal 19 Juni 2008.

Komisaris
Drs. Amos R Yap
Lahir di Napan, Juli 1944, Pendidikan Terakhir Sarjana Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta. Menjabat sebagai Komisaris Bank Papua sejak tanggal 19 Juni 2008.



Direktur Utama
Ir. Eddy Rainal Sinulingga, MBA
Lahir di Medan, 5 Maret 1962, Menjabat sebagai Direktur Utama Bank Papua sejak tanggal 17 November 2008, Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Rensselaer Polytechninc Institute, Troy, New York, USA.

Direktur Operasi Bisnis
Willyam Sada, SE
Lahir di Biak, Tanggal 22 Mei 1958, Pendidikan terakhir Sarjana Ekonomi(SE) Universitas Cenderawasih Papua Tahun 2003. Bekerja sejak tanggal 02 Mei 1985. Menjabat sebagai Direktur Operasi Bisnis tanggal 28 April 2009.



Direktur Pengembangan Korporat
Johan Kafiar, SE, MM
Lahir di Biak, 1 Juni 1958, Menjabat sebagai Direktur Pengembangan Korporat Bank Papua sejak tanggal 21 September 2007, Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, lulus pada tahun 2004, bekerja di Bank Papua sejak tahun 1984.

Direktur Kepatuhan
Drs. Nadjib Bachmid, MM
Lahir di Labuha Bacan, 18 Agustus 1957, Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Bank Papua sejak 21 September 2007, Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Univeristas Hasanuddin, bekerja di Bank Papua sejak tahun 1986.



Kepala Satuan Kerja Audit Intern
Drs. Frens Mambrisau, MM
Lahir di Sorong, 1959 Menjabat sebagai Ketua SKAI sejak 2003, Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin Kerjasama Universitas Cenderawasih.

Kepala Divisi Treasury dan International
Sharly Parangan, SE
Lahir di Rantepao, Mei 1962 Menjabat sebagai Kepala Divisi Treasury dan Internasioanl sejak 2009 Pendidikan terakhir Sarjana, bekerja di Bank Papua sejak 1989.



Kepala Divisi RM
Jefry Sani Phiter Siing, SP
Lahir di Palu, 17-08-1963 Menjabat sebagai Kepala Divisi RM sejak Maret 2010, Pendidikan terakhir Sarjana Pertanian

Kepala Divisi Umum
H e r a w a t i, SE
Lahir di Yogyakarta, 1958 Menjabat sebagai Kepala Divisi Umum sejak tahun2009, Pendidikan terakhir Sarjana Ekonomi, bekerja di Bank Papua sejak 1985.



Kepala Divisi Perencanaan Keuangan
Martha A. Rumaseuw
Lahir di Merauke pada tanggal 21 Agustus 1966. Menjabat sebagai Kepala Divisi Perencanaan dan Keuangan sejak bulan Juli 2011. Pendidikan terakhir Sekolah Lanjutan Atas dari SMA YPPK YOANES XXIII tahun 1987.

Kepala Divisi SDM
Petronella S.T Rumbiak, SE.MM
Lahir di Biak, 1960 Menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Rakyat sejak 2009 Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Universitas Hasanudin Makasar tahun 2003.



Kepala Divisi Bisnis
Ir. Marthen F. Akihary, MM
Lahir di Aboru, 1964 Menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis sejak tahun 2009. Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Manajemen SDM Universitas Cenderawasih tahun 2006.

Kepala Divisi PER
Ir. Johanis Walasary, MM
Lahir di Waai/Ambon pada tanggal 03 Juli 1958. Menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Rakyat sejak bulan Juli 2011. Pendidikan terakhir Pascasarjana dari Universitas Cenderawasih Program Magister Manajemen Keuangan tahun 2004.



Kepala Divisi Pengembangan
Benedictus Renny See, SE,SH
Lahir di Jakarta, 1961 Menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan sejak 2009 Pendidikan terakhir Sarjana Universitas Cenderawasih Papua tahun 2000.

Kepala Divisi Teknologi Informasi
Ir. Parwoto Kristianto,SE,MM
Lahir di Solo, 1964 Menjabat sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi sejak 2009. Pendidikan terakhir Pasca Sarjana Universitas Cenderawasih Papua tahun 2002.



Sekretaris Perusahaan
Patricia Ch. Korua, SH
Lahir di Manokwari Papua, 1963 Menjabat sebagai Kepala Sekretaris Perusahaan sejak 2010 Pendidikan terakhir Sarjana Hukum Universitas Cenderawasih Papua tahun 1987.

RTGS
Sistem RTGS merupakan suatu sistem transfer dana secara elektronik dalam mata uang rupiah yang diselenggarakan secara seketika per transaksi secara individual (real-time).
Sampai saat ini sistem RTGS telah terkoneksi ke 193 anggota, 191 bank dan 2 non bank
+ Keunggulan
- Jangkauan kiriman uang yang luas, ke lebih 190 bank di Indonesia, tanpa batasan jumlah uang (unlimited).
- Memberikan kualitas pelayanan transfer dana nasabah yang cepat, aman dan efisien.
- Kiriman uang yang online seketika dengan sistem interface RTGS.

+Dukungan Teknologi
Penggunaan sistem interface RTGS memberikan nilai lebih, RTGS Bank Papua transaksi kiriman uang akan dikelola secara online baik masuk maupun keluar.
Kiriman uang masuk yang mencantumkan nomor dan Nama Rekening dengan benar akan diproses seketika oleh interface RTGS. Begitu pula kiriman uang keluar dari 14 Cabang Bank Papua akan diproses ke Bank Tujuan secara online.
Untuk keterangan selengkapnya hubungi Customer Service kami di setiap Kantor Bank Papua terdekat.
 http://bankpapua.com/rtgs.php




Selasa, 08 Mei 2012

bank metro exspress

PT Bank Metro Express atau yang lebih di kenal dengan Bank Metro Express adalah sebuah bank yang berdiri pada tahun 1968.
Bank Metro merupakan bank skala kecil yang dimiliki oleh keluarga Djitu Sianandar dan Witu Sianandar melalui PT Metropanca Gemilang sebesar 99,998%. Selain itu, Djitu Sianandar juga memiliki saham individu sebesar 0,002%.
Bank ini adalah bank kecil,namun telah mendapat status bank devisa.Bank ini dikabarkan dibeli Credit Suisse,namun hal ini dibantah.
Berdasarkan data Bank Indonesia per Desember 2010, bank yang berbasis di Jl. Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, memiliki aset sebesar Rp591,51 miliar, naik tipis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp586,27 miliar.
Kenaikan aset itu ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 20,2% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp269,36 miliar menjadi Rp323,95 miliar. Selain itu, dana juga memberikan kontribusi peningkatan aset meski tipis dari Rp378 miliar menjadi Rp380,8 miliar.
Namun, laba bank tersebut merosot jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp13,06 miliar menjadi Rp10,31 miliar. Adapun modal Bank Metro tercatat meningkat dari Rp181,94 miliar menjadi Rp190,17 miliar.
Bank metro juga menyediakan beberapa fasilitas, seperti call center, dan Internet banking. Dengan beragamnya fasilitas yang ada, ini akan memudahkan nasabah menikmati jasa-jasa layanan bank sesuai selera masing-masing. Jika nasabah tidak comfortable dengan fasilitas Internet banking, call center atau phone banking. “Prinsipnya kami ingin memberikan beragam kemudahan kepada nasabah,” kata Djitu Sianandar, Dewan Komisaris bank metro.

Visi
Menjadi salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia dalam nilai aset, profitabilitas, dan tingkat kesehatan.

Misi
Mempertahankan operasional bank yang sehat dan memberikan nilai tambah maksimum kepada nasabah, karyawan, pemegang saham, pemerintah dan semua stakeholder lainnya.

Komisaris Direksi
  • Komisaris Utama:Marjanto Danoesapoetro, SE
  • Komisaris:Djitu Sianandar
  • Komisaris:Bistok Hamonangan Pardede
  • Komisaris:Corri Tanopo
  • Direktur Utama:Sri Lanny Djafar
  • Direktur:R.A. Goenawan
  • Direktur:Harry Kusuma
  • Direktur:Verysa

Dewan Komisaris

  • Marjanto Danoesapoetro, SE
  • Djitu Sianandar
  • Bistok Hamonangan Pardede
  • Corri Tanopo


Dewan Direksi

  • Sri Lanny Djafar
  • R.A. Goenawa
  • Harry Kusuma
  • Verysa

Pemegang Saham
  • keluarga Djitu Sianandar dan Witu Sianandar melalui PT Metropanca Gemilang--99,998%
  • Djitu Sianandar 0,002%.


Jumat, 04 November 2011

3. Audit sistem informasi berbasis computer


a. Sifat audit
b. Audit sistem informasi
c. Software komputer
d. Audit operasional atas suatu SIA

AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS COMPUTER

istilah system informasi menyiratkan penggunaan teknologi komputer dalam suatu organisasi untuk menyediakan informasi bagi pengguna. Sistem informasi berbasis-komputer merupakansatu rangkaian perangkat lunak dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasi data menjadi informasi yang berguna.

Sistem Informasi

· Sistem Pengolahan Data Elektronik (EDP)

· Sistem Pemrosesan Data (DP)

· Sistem Informasi Manajemen (SIM)

· Sistem Pendukung Keputusan (DSS)

· Sistem Pakar (ES)

· Sstem Informasi Eksekutif (EIS)

· Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

SIFAT AUDIT

Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati- hati.

Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.

Dalam kegiatan auditing paling tidak mempunyai karakteristik sebagai berikut:

· Objektif: independen yaitu tidak tergantung pada jenis atau aktivitas organisasi yang diaudit

· Sistematis: terdiri dari tahap demi tahap proses pemeriksaan

· Ada bukti yang memadai: mengumpulkan, mereview, dan mendokumentasikan kejadian-kejadian

· Adanya kriteria: untuk menghubungkan pemeriksaan dan evaluasi bukti–bukti

Sebenarnya konsep dan prinsip auditing baik di lingkungan manual dan lingkungan sistem informasi yang berbasis komputer tidak berubah, yang berubah adalah metode dan tekniknya saja. Beberapa teknik dan metode tersebut berbeda karena antara lain disebabkan:

Otomatisasi, yaitu seluruh proses di dalam pemrosesan data elektronik mulai dari input hingga output cenderung secara otomatis, bentuk penggunaan dan jumlah kertas cenderung minimal, bahkan seringkali tidak ada (paperless office) sehingga untuk penelusuran dokumen (tracing) audit berkurang dibandingkan sistem manual yang banyak menggunakan dokumen dan kertas.

· Keterkaitan aktivitas yang berhubungan dengan catatan-catatan yang kurang terjaga.

· Dengan sistem on line mengakibatkan output seringkali tidak tercetak.

· “Audit Arround Computer” yang mengabaikan sistem komputer tetapi yang dilihat atau yang diuji adalah Input dan Output.

· ”Audit Through Computer” menggunakan bantuan komputer (atau software) untuk mengaudit.

AUDIT SISTEM INFORMASI

Definisi Sistem Informasi Audit adalah proses mengumpulkan bukti-bukti, keterangan keterangan pada pengaturan sistem informasi dan melakukan evaluasi sistem informasi dan infrastruktur teknologi informasi organisasi.

Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.

Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :

Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.

Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.

Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.

Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.

Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.

File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

SOFTWARE KOMPUTER

Beberapa program komputer, yang disebut computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS), telah dibuat secara khusus untuk auditor.

CAS adalah program komputer yang, berdasarkan spesifikasi dari auditor, menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit.

Langkah pertama auditor adalah memutuskan tujuan-tujuan audit, mempelajari file serta databse yang akan diaudit, merancang laporan audit, dan menetapkan bagaimana cara menghasilkannya.

Informasi ini akan dicatat dalam lembar spesifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem melalui program input data.

Program ini membuat catatan spesifikasi yang digunakan CAS untuk menghasilkan satu atau lebih program audit.

Program audit memproses file-file sumber dan melaksanakan operasional audit yang dibutuhkan

untuk menghasilkan laporan audit yang telah ditentukan.

Fungsi Umum Software Audit Komputer

· Manipulasi file

· Perhitungan

· Pemilihan data

· Analisis data

· Pemrosesan file

· Statistik

· Pembuatan laporan

· Pemformatan ulang

AUDIT OPERASIONAL ATAS SUATU SIA

Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan.

Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem.

Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi.

Tujuan audit operasional mencakup faktor- faktor seperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan.

Pengumpulan bukti mencakup kegiatan- kegiatan berikut ini :

  • · Meninjau kebijakan dokumentasi operasional
  • · Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional
  • · Prosedur pengumpulan bukti, cont.
  • · Mengamati fungsi-fungsi dan kegiatan operasional
  • · Memeriksa rencana dan laporan keuangan serta operasional
  • · Menguji akurasi informasi operasional
  • · Menguji pengendalian

Kamis, 06 Oktober 2011

Sistem Informasi Akuntansi #

2. Tinjauan Menyeluruh : Proses Bisnis


a. Kegiatan bisnis dan kebutuhan informasi

Ketika perusahaan semakin berpengalaman dalam menerapkan rancangan SIM yang mencakup seluruh perusahaan, manajer di area-area tertentu mulai menerapkan konsep sesuai kebutuhan mereka. Pemasaran merupakan area pertama yang menerima pemikiran system informasi fungsional, dan banyak usaha dilakukan untuk menjelaskan cara penerapan computer ke seluruh operasi pemasaran. Area manufaktur juga menerima pengolahan komputer dan menerapkan teknologi baik sebagai sistem informasi konseptual maupun sebagai komponen dalam sistem manufaktur fisik.

Teknologi seperti robot pabrik dan sistem ban berjalan yang dikendalikan komputer merupakan contoh bagaimana proses manufaktur fisik telah dikomputerisasi. Usaha untuk menerapkan komputer sebagai sistem konseptual biasanya tidak muncul di bawah nama sistem informasi manufaktur, tetapi digunakan nama-nama seperti material requirements planning (MRP) dan computer integrated manufacturing (CIM). Sistem lainnya adalah Sistem informasi sumber daya manusia (human resource information system), sistem informasi organisasi yang ditujukan pada tingkat manajemen, yaitu sistem informasi eksekutif (executive information system), system informasi akuntansi dan

Pengguna informasi adalah pihak yang menerima atau menggunakan informasi. Pengguna informasi dapat menentukan kualitas seperti apa, menyampaikan apa dan bagaimana kebutuhan informasi mereka. Penyedia informasi harus bekerja dengan pengguna untuk menentukan kebutuhan mereka, dan bekerjasama dengan sumber informasi lain. Pengguna merupakan prioritas utama, kelangsungan hidup sistem informasi. Kebutuhan informasi bagi pengguna perlu diidentifilasi dalam rangka memuaskan pengguna. Mutu dan kualitas mutu untuk menjamin kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna akan berimplikasi kepada perbaikan terus menerus sehingga kualitas harus diperbaharui setiap saat agar pengguna tetap puas. sistem lainnya.

Kebutuhan Informasi

Pengguna membutuhkan informasi yang akurat, relevan, ekonomis cepat, tepat, serta mudah mendapatkannya. Pada saat ini pengguna dihadapkan kepada beberapa permasalahan, seperti banjir informasi, informasi yang disajikan tidak sesuai, kandungan informasi yang diberikan kurang tepat, jenis informasi kurang relevan, bahkan ada juga informasi yang tersedia namun tidak dapat dipercaya. Permasalahan tersebut menjadi sebuah tantangan bagi penyedia informasi.

Informasi menjadi kebutuhan pokok bagi pengguna tertentu, sehingga jika kebutuhan informasinya tidak terpenuhi akan menjadi masalah bagi pengguna. Informasi dibutuhkan pengguna bertujuan untuk menambah pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan yang pada akhirnya dapat merubah sikap dan perilakunya.

Kebutuhan informasi bagi setiap pengguna berbeda-beda antara pengguna yang satu dengan lainnya. Kebutuhan informasi bagi pengguna dapat diketahui dengan cara melakukan identifikasi kebutuhan pengguna

b. Pemrosesan transaksi : dokumen dan prosedur

Pengenalan Pemrosesan Transaksi

Pemrosesan transaksi yaitu suatu proses dalam melakukan transaksi-transaksi didalam suatu perusahaan yang dilakukan untuk mendukung kegiatan sehari-hari

Komponen-komponen dasar dari sistem pemrosesan transaksi meliputi:

– inputs

– processing

– storage

– outputs

Arus Transaksi

Dalam Sistem Tradisional, data transaksi mengalir ke dalam jurnal khusus maupun jurnal umum), kemudian dibukukan ke buku besar pembantu, dan akhir dibukukan ke buku pembantu dan akhirnya dibukukan ke buku besar umum. Dalam sistem berdasarkan komputer, data transaksi dimasukkan ke dari formulir dan untuk sementara disimpan di pita magnetik atau dipiringan magnetik

Siklus-siklus Pemrosesan Transaksi

Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :

1. Siklus Pendapatan yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan Pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan .

2. Siklus Pengeluaran yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.

3. Siklus Produksi yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubah sumberdaya menjadi barang dan jasa

4. Siklus Keuangan yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana modal, termasuk kas. Dokumentasi adalah salah satu bagian paling penting dalam implementasi sistem.

Banyak dari pekerjaan analis sistem mencakup pengumpulan dan pengorganisasian fakta-fakta. Teknik-teknik sistem membantu analis dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut.

langkah umum dalam menjalankan teknik-teknik ini adalah:

1. Merancang klarifikasi kasar dari akun, bagan akun, dan laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang berhubungan.

2. Menelaah hal ini dengan manajemen dan karyawan-karyawan operasi.

3. Menyelesaikan laporan keuangan, bangan akun, dan laporan-laporan lain.

4. Menyajikan pedoman penjumblaan dan merancang dokumen dan prosedur-prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan operasi sistem

Dokumentasi dan prosedure

Dokumentasi adalah salah satu bagian paling penting dalam implementasi sistem.

Banyak dari pekerjaan analis sistem mencakup pengumpulan dan pengorganisasian fakta-fakta. Teknik-teknik sistem membantu analis dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut. l angkah umum dalam menjalankan teknik-teknik ini adalah: 1. Merancang klarifikasi kasar dari akun, bagan akun, dan laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang berhubungan. 2. Menelaah hal ini dengan manajemen dan karyawan-karyawan operasi. 3. Menyelesaikan laporan keuangan, bangan akun, dan laporan-laporan lain. 4. Menyajikan pedoman penjumblaan dan merancang dokumen dan prosedur-prosedur yang diperlukan untuk implementasi dan operasi sistem

Akuntansi pada dasarnya terdiri dari tiga proses aktivitas, yaitu : mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi atau perusahaan. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut. Proses ketiga adalah komunikasi, yaitu informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan, informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut laporan keuangan.

Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi. Proses tersebut berjalan terus menerus dan berulang kembali sehingga merupakan suatu siklus.

c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan

pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Lain lagi dengan pengertian yang disampaikan Susilowati di dalam presentasinya yang berjudul Sistem Informasi Akuntansi, dimana disebutkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi atau dapat disingkat dengan sebutan SIA ialah sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.


Jadi dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akunting adalah sistem yang bertugas dalam menjalankan segala aktivitas mulai dari mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa hingga mengkomunikasikan data-data transaksi yang kemudian dirubah menjadi informasi yang lebih berguna untuk dapat digunakan kembali oleh pihak yang membutuhkan yang tentunya berhubungan dengan sistem perusahaan(baik pihak intern maupun ekstern).

Berikut lebih dijelaskan secara spesifik, siapa saja yang termasuk ke dalam dua pemakai yang akan menggunakan informasi akuntansi dari sebuah perusahaan itu ialah:

1. Pihak ekstern yang diantaranya meliputi pelanggan, supplier, pemegang saham (stakeholder), pegawai, pemberi pinjaman (sponsor), hingga instansi pemerintah.

2. .Pihak intern, SIA menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.

Pada Sistem Informasi Akuntansi, terdapat dua komponen yang saling terintegrasi satu sama lainnya. Dua komponen tersebut adalah: Spesialis Informasi dan Akuntan. Kedua komponen ini kemudian dapat merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai. Jadi dapat disimpulkan dengan Sistem Informasi Akuntansi dapat membantu departemen lain dalam mengambil keputusan.



Informasi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi dua, yaitu:

·
Informasi akuntansi keuangan, yaitu informasi yang berbentuuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.

·
Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

d. Pertimbangan-pertimbangan pengendalian internal

PERTIMBANGAN PENGENDALIAN INTERN DALAM PERENCANAAN AUDIT

Dalam semua audit, auditor harus memperoleh pemahaman masing-masing dari lima komponen pengendalian intern yang cukup untuk merencanakan audit dengan melaksanakan prosedur untuk memahami desain pengendalian yang relevan dengan suatu audit laporan keuangan, dan apakah pengendalian tersebut dioperasikan. Dalam perencanaan audit, pengetahuan tersebut harus digunakan untuk:

a. Mengidentifikasi tipe salah saji potensial.

b. Mempertimbangkan faktor-faktor yang berdampak terh adap risiko salah

Sifat, saat, dan luasnya prosedur yang dipilih auditor untuk memperoleh pemahaman akan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman sebelumnya dengan entitas, sifat pengendalian khusus yang terkait, dan sifat dokumentasi pengendalian khusus yang diselenggarakan oleh entitas. Sebagai contoh, pemahaman tentang penaksiran risiko yang diperlukan untuk merencanakan suatu audit untuk entitas yang beroperasi dalam lingkungan yang relatif stabil dapat bersifat terbatas. Pemahaman tentang pemantauan yang dibutuhkan dalam perencanaan suatu audit untuk entitas yang kecil dan tidak kompleks dapat juga bersifat terbatas.

Apakah suatu pengendalian telah dioperasikan adalah berbeda dari efektivitas operasinya. Dalam memperoleh pengetahuan tentang apakah pengendalian telah dioperasikan, auditor menentukan bahwa entitas telah menggunakannya. Di lain pihak, efektivitas operasi, berkaitan dengan bagaimana pengendalian tersebut diterakan, konsistensi penerapannya, dan oleh siapa pengendalian tersebut diterapkan. Sebagai contoh, sistem pelaporan anggaran dapat memberikan laporan memadai, namun laporan ters ebut tidak dianalisis dan ditindaklanjuti. Seksi ini tidak menuntut audit untuk memperoleh pengetahuan tentang efektivitas operasi sebagai bagian dari pemahaman atas pengendalian intern.

Pemahaman auditor tentang pengendalian intern kadang-kadang menimbulkan keraguan tentang dapat atau tidaknya laporan keuangan entitas diaudit. Integritas manajemen entitas mungkin sangat rendah sehingga menyebabkan auditor berkesimpulan bahwa risiko salah representasi manajemen dalam laporan keuangan sedemikian rupa sehingga suatu audit tidak dapat dilaksanakan. Sifat dan luasnya catatan entitas dapat mengakibatkan auditor berkesimpulan bahwa tidak mungkin bukti audit kompeten yang cukup akan tersedia untuk mendukung pendapat atas laporan keuangan.